Cara Terbaik Optimasi WordPress untuk Website yang Sibuk

Cara Terbaik Optimasi WordPress untuk Website yang Sibuk namenoble.com

Memiliki situs yang sibuk atau umum dikenal sebagai situs dengan pengunjung yang ramai adalah impian banyak orang. Kali ini, kita akan membahas Cara Terbaik Optimasi WordPress untuk Website yang Sibuk.

Bagaimana tidak, semua potensi manisnya keuntungan hanya bisa diraih jika website dikunjungi banyak orang. Ibarat pepatah Cina, dimana ada keramaian disana ada keuntungan.

Disini kita tidak banyak membahas keuntungan memiliki website yang ramai atau sibuk, kita akan fokus pada pembahasan bagaimana cara terbaik optimasi WordPress untuk website yang sibuk.

Cara optimasi WordPress cukup beragam, tapi secara garis besar dapat dijelaskan dengan poin-poin berikut ini:

  1. Performa Web Hosting
  2. Content Delivery Network (CDN)
  3. Caching (Plugins)
  4. Optimasi file-file assets, images, dll
  5. Optimasi Database

Sebelum kita membahas poin-poin diatas, ada baiknya melihat kebelakang apa dan bagaimana proses naiknya jumlah pengunjung website bisa terjadi.

Umumnya naik turunnya pengunjung website dikarenakan faktor konten dan SEO. Konten yang berkualitas bagus dan share-able sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan, begitupun dengan SEO yang memudahkan konten tersebut di index oleh mesin pencari.

Tetapi ada hal lain juga yang berperan, yaitu marketing, dalam bentuk SEM (Search Engine Marketing), artinya ada beberapa post yang sengaja kita promosikan selain karena kontennya bagus dan share-able.

Cara dalam mempromosikan konten sangat berpegaruh pada bagaimana kita melakukan optimasi WordPress agar mampu menampung banyak pengunjung.

Ada kalanya konten yang dipromosikan adalah konten yang akan sangat jarang di edit, dengan demikian kita bisa membuat pre-rendered page dan melakukan full cache pada halaman tersebut sehingga tidak perlu ada request database dan processing lain yang melibatkan PHP, hasilnya, pengunjung merasa website sangat mudah dan cepat diakses.

Daripada tambah panjang bahasannya dan ngalor-ngidul gak karuan, yuk langsung saja kita membahas point-poin cara terbaik optimasi WordPress untuk website yang sibuk.

  • Performa Web Hosting

Web Hosting adalah mesin yang digunakan untuk menampung dan melakukan semua pemrosesan terkait membuka halaman website. Tentu saja performa website atau blog akan linear dengan performa servernya.

cara optimasi wordpress dengan menggunakan web hosting wordpress terbaik dari namenoble.com

Ibarat kata pepatah, dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat. Bagaimana bisa memproses halaman website dengan cepat bila performa mesin web hostingnya sendiri tidak cepat?

Namenoble.com menggunakan server dengan performa terbaik, full SSD, dengan jumlah akun shared hosting terbatas di setiap servernya, menjamin anda mendapatkan performa website yang dapat diandalkan.

Ada yang bilang bahwa performa web hosting yang buruk bisa ditutupi dengan caching. Ini sama halnya dengan mencari solusi suatu masalah tapi dengan menambahkan masalah baru.

Kenapa demikian? Caching adalah proses untuk menyimpan sementara suatu halaman yang sering diakses. Penyimpanan sementara ini tetap butuh resource, memiliki batasan seberapa lama bisa disimpan dan bahkan dalam proses pengambilannya pun tetap membutuhkan mesin dengan performa yang baik.

Caching tidak dapat berfungsi dengan benar jika webnya sendiri tidak bisa diakses dengan benar. Caching hanya memberikan sebuah layer baru, dan layer baru inilah yang akan diakses oleh user dan ini bersifat sementara.

Lalu Web Hosting dengan Performa sebaik apa yang diperlukan? Pertanyaan ini punya jawaban yang relatif.

Jika blog anda “ramai” dikunjungi oleh 1000 orang perharinya dari sebelumnya hanya 5 orang, maka anda cukup butuh shared hosting yang bagus. Mau tahu web hosting mana saja yang bagus? Anda harus percaya dengan data dan benchmark, simak ulasannya di link berikut ini.

Jika pengunjung anda lebih dari 1000 orang per hari, pertimbangkan untuk mulai menggunakan VPS. VPS memiliki resource yang isolated. Artinya lebih menjamin anda mendapatkan resource yang sesuai ketimbang shared hosting.

Sekali lagi yang perlu ditekankan disini adalah sebelum anda berpikir untuk melakukan optimasi WordPress pada code, database dan lain-lain, sebisa mungkin gunakanlah hosting yang sudah WordPress optimized.

  • Content Delivery Network (CDN)

CDN adalah sebuah mekanisme melayani permintaan dari tempat yang paling dekat dengan si peminta. Peminta dalam hal ini web browser, akan meminta halaman website beserta isinya kepada web server.

cara optimasi wordpress dengan plugin cdn terbaik namenoble.com web hosting wordpress terbaik

Pada website tanpa CDN, web server akan memberikan hasilnya melewati jalan yang cukup panjang jika si peminta berada pada lokasi yang jauh dari lokasi webserver berada.

Memang sih kecepatan internet juga berpengaruh, tapi walaupun internetnya kencang, jika jaraknya terlalu jauh, misal web server ada di Manchester, Inggris dan peminta ada di Makassar, Indonesia, maka tentu hasilnya akan lebih lambat diterima jika dibandingkan dengan pemintanya ada di London, Inggris.

CDN membantu webserver dalam memberikan hasil request kepada peminta pada tempat yang paling dekat dengan si peminta. Hal ini umum dengan sebutan Edge atau POP(Point of Presence).

Provider CDN yang baik salah satunya dinilai dari seberapa banyak POP yang dimiliki di 5 benua, dan seberapa cepat network yang menghubungkan antar POP.

Dalam dunia CDN tidak mengenal istilah “Jauh Dekat Sama Saja” seperti yang ada di bis kota Jakarta. Semakin kencang network dan semakin banyak POP, semakin unggul mereka, dengan harga yang sayangnya juga akan semakin mahal.

Lalu CDN seperti apa yang cocok? Ini juga pertanyaan dengan jawaban yang relatif.

Menurut saya pribadi, untuk blog dengan jumlah pengunjung per hari 1000 orang, menggunakan Cloudflare versi gratis sudah lebih dari cukup asal di konfigurasi dengan benar. Jika pengunjung anda lebih dari itu, anda bisa menggunakan layanan dari KeyCDN dan provider sejenis, pastikan mereka memiliki POP yang dekat dengan target pembaca website anda.

Oh ya, jika anda membeli domain dan hosting di Namenoble.com, anda secara otomatis akan mendapatkan CDN yang terintegrasi dengan website anda tanpa perlu repot setting dan lain-lain.

Kalo sudah bayar seharusnya tinggal pakai kan? Kalo kami sih mikirnya gitu. Ga tau deh kalo provider web hosting lain.

  • Caching (Plugins)

Caching, sebagaimana telah dibahas sebelumnya, adalah proses penyimpanan data dalam sebuah media penyimpanan sementara. Masalahnya adalah tidak semua data cocok untuk di cache.

plugin cache wordpress terbaik namenoble.com web hosting wordpress terbaik

Cache sering kali dilihat sebagai solusi oleh sebagian pengguna WordPress untuk “mempercepat” akses website mereka. Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena memang cache diperuntukkan bagi data yang sangat jarang diubah.

Penerapan dari cache ini sendiri yang membuat apakah penggunaan cache memberikan nilai tambah atau malah hanya menambah kerumitan yang sebenarnya tidak perlu.

Lalu penerapan cache yang bagaimana yang cocok untuk WordPress? Sekali lagi ini merupakan pertanyaan dengan jawaban yang relatif.

Sederhananya, jika blog anda hanya blog “satu arah”, artinya, anda menulis, dan anda pula yang memoderasi komentar yang masuk, maka penggunaan cache dalam bentuk rendered pages sangat baik untuk digunakan. Web server hanya bertugas mengirimkan rendered pages ke web browser, tidak perlu ada proses PHP yang terlibat.

Jika blog anda lebih kompleks dari itu, maka penggunaan object cache, bisa menjadi solusi. Jika anda mampu melakukan customize pada blog, anda bisa menyimpan object cache, yang biasanya adalah data dari hasil komputasi database, ke dalam Redis atau Memcached(in memory storage). Akses data dari memory lebih cepat daripada disk meskipun SSD.

Dengan melakukan object caching, blog anda tidak perlu berasa seperti blog “satu arah”, dan server tidak terbebani untuk melakukan pre-rendered pages, yang jika jumlahnya banyak, tentu saja membebani resource.

Anda bisa menggunakan plugin WPFC untuk rendered pages yang disimpan ke disk atau Varnish Caching, jika provider anda menyediakan service Varnish.

Varnish cache lebih cepat dibandingkan WPFC, karena rendered pages disimpan di memory.

Jika anda menggunakan shared hosting untuk blog, WP Fastest Cache(WPFC) menurut saya adalah pilihan terbaik, selain menunya jelas dan sederhana, WPFC juga mudah dikonfigurasi, berkinerja baik dan ringan.

Tentu saja ada banyak plugin sejenis yang lebih terkenal, seperti W3 Total Cache dengan pilihan konfigurasi yang lebih banyak, hanya saja plugin itu lebih cocok bagi anda yang memiliki web hosting dengan fitur-fitur seperti yang W3 Total Cache sediakan, jika tidak,  hasilnya akan sama saja dengan menggunakan plugin WPFC.

Buat anda pelanggan namenoble.com, anda beruntung, karena setiap paket WordPress hosting di namenoble.com sudah kami konfigurasi dengan WP Fastest Cache dan beberapa setting lain, yang membuat manfaat dari WordPress Caching dapat langsung anda rasakan tanpa perlu pusing melakukan settting.

Istilah kerennya: Let we do the best and the rest for you.. tuh mantep kan, kurang baek apa lagi coba Namenoble.com

  • Optimasi Assets

Assets, dalam hal ini file-file image(png,jpg,gif), CSS, JS merupakan komponen yang penting dari sebuah blog.

cara optimasi javascript dan css wordpress namenoble.com web hosting wordpress terbaik

Terkadang ukuran filenya besar, atau bisa jadi terlalu banyak komentar untuk setiap function di dalamnya, tidak saja menambah besar ukuran file, tapi juga menambah panjang baris kode yang harus di terjemahkan oleh browser.

Besar dan panjang, mungkin terdengar indah bagi sebagian orang, tapi hal yang wajib dihindari bagi sebagian orang yang ingin webnya perform lebih baik(cepat).

Ok, lalu bagaimana optimasi file-file asset tersebut?

Caranya sederhana kok, masalahnya ada pada hal yang besar dan panjang, maka optimasinya adalah membuat segala hal yang besar dan panjang itu menjadi lebih kecil dan pendek.

Mungkin anda akan bertanya: Bagaimana jika saya punya ratusan file css, images, js dll? apakah harus satu persatu saya buat jadi kecil dan pendek?

Tentu saja iya! Tapi lakukanlah hal itu dengan plugin yang meng-otomatisasi pekerjaan melelahkan itu.

Kami dari Namenoble.com menyarankan anda menggunakan plugin Autoptimize untuk melakukan kompresi file-file html, js, css dan gunakan plugin WP Smush It, untuk mengecilkan ukuran file dari file-file image kesayangan anda yang sudah terlanjur berada di blog.

Untuk file image baru yang anda rencana masukkan ke blog, lebih baik anda compress dulu menggunakan jasa dari compressor.io atau kraken.io

Ke-dua web tersebut menyediakan jasa image compression yang bagus dan gratis, setelah ukurannya kecil, baru anda masukkan ke blog, giliran WP Smush It yang nanti coba memperkecil kembali ukuran filenya, sebaik yang dia bisa.

Proses compression menggunakan compressor.io memang melelahkan, karena anda harus upload dan download satu per satu, tapi cara ini lebih aman dan efektif dalam memperkecil ukuran file. Jangan lupa juga, semakin banyak dan sering anda menggunakan WP Smush, semakin banyak pula proses PHP yang dibutuhkan untuk melakukan kompresi. Proses PHP yang banyak dan tinggi tentu saja akan menarik perhatian dari Provider Hosting, jika dianggap tidak wajar, anda bisa diberikan peringatan karena penggunakan proses PHP yang tinggi, padahal cuma compress image saja toh?

  • Optimasi Database

Database, dalam hal ini MySQL atau MariaDB atau mungkin PerconaDB, adalah sumber utama untuk menyimpan tulisan-tulisan di blog anda.

cara optimasi database wordpress namenoble.com web hosting wordpress terbaik

Melakukan sedikit optimasi tidak hanya membuat performanya menjadi lebih baik, tetapi juga membiasakan anda untuk peduli dengan kebersihan blog anda.

Loh, kok bisa? Tentu saja bisa, karena banyak sekali data-data yang sebetulnya tidak diperlukan tapi masih saja disimpan just for the sake of blog. Misalnya, komentar sampah atau draft-daft tulisan yang sudah usang yang anda sendiri lupa tulisan tentang apa, belum lagi jumlah revisi tulisan yang sudah di publish.

Berapa banyak sih dari kita yang rela susah payah melakukan “rollback” tulisan yang sudah dipublish menggunakan fitur Revision? atau mungkin anda sendiri tidak tahu ada fitur revision di WordPress?

Pasti bakal banyak yang bilang: Kok ribet pake banget sih, kan pelanggan udah bayar tuh hosting, ngapain lagi capek-capek bebersih blog, kalo kurang space ya tinggal upgrade aja toh mas?

Kami sih senang-senang saja kalo ada yang mau upgrade, siapa sih yang gak mau duit?

Masalahnya bukan siapa ga mau duit, jika kebutuhan anda cukup dengan hanya 1GB space, kenapa harus upgrade ke 2GB hanya karena anda malas bebersih blog?

Lalu bagaimana untuk cara optimasi WordPress database? Gunakan saja plugin WP-Sweep.

Plugin WP-Sweep akan membersihkan sisa-sisa makanan posting blog anda, seperti:

Revisions
Auto drafts
Deleted comments
Unapproved comments
Spammed comments
Deleted comments
Orphaned post meta
Orphaned comment meta
Orphaned user meta
Orphan term relationships
Unused terms
Duplicated post meta
Duplicated comment meta
Duplicated user meta
Transient options
Optimizes database tables
oEmbed caches in post meta

Plugin WP-Sweep akan membantu menjadikan blog WordPress anda lebih bersih dan kinerjanya lebih baik, siapa sih yang ga mau blognya bersih dan aksesnya kencang?

Tapi kenapa mesti WP-Sweep, kan ada yang lebih terkenal, macam WP-Optimize?

Jawabannya sederhana, karena WP-Sweep dibuat oleh developer WordPress yang cukup disegani, Lester Chan, selain itu WP-Sweep juga menggunakan function delete yang sesuai dengan caranya WordPress, tidak dengan melakukan banyak query sql yang menyisakan orphaned data.

Kalo kata temen saya, seorang developer WordPress yang kebetulan orang jawa: “Wis, pokok-e WP-Sweep is the best! Ra sah nggolek liyane.”

Dan untungnya penilaian teman saya itu benar, at least at the time of writing.

Sebenernya cuma itu aja sih pengetahuan umum yang mau saya bagikan di postingan kali ini, dan memang pada awalnya bagaimana cara optimasi WordPress itu cukup bikin pusing kepala.

Dan saya rasa itulah fungsi berbagi, bisa sharing pengalaman jadi pusingnya diharapkan tidak berulang, dan tidak menular kepada orang lain.

Sekarang, ijinkan saya bertanya pada anda pembaca, apakah cara terbaik optimasi WordPress yang sudah anda kerjakan, dan bagaimana hasilnya?

Jangan sungkan ya untuk berbagi pengalaman anda untuk tune-up WordPress, berbagi itu indah!

Namenoble.com adalah penyedia hosting murah dengan spesialisasi pada web hosting terbaik, hosting wordpress, hosting gratis, sewa hosting, hosting termurah, hosting terbaik, beli domain dan hosting

Namenoble.com Web Hosting Murah menyediakan paket web hosting murah berbasis php, mulai dari 400 ribu rupiah. Selain itu, kami juga menyediakan paket hosting wordpress yang sudah dioptimasi, sehingga anda tidak perlu repot untuk cari tahu dan menerapkan cara optimasi WordPress seperti diatas.

Kami juga menggunakan cPanel dengan dukungan bandwidth lokal dan international yang besar, menyediakan layanan cdn, layanan sertifikat ssl murah.

Datacenter namenoble.com bertempat di Newark, Inggris, dengan CDN POP di Indonesia, Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Serikat menjamin website anda dapat dengan mudah diakses baik oleh Googlebot maupun Yandex sehingga meningkatkan nilai SEO dan memudahkan pengunjung mengakses website anda.

 

Leave a Reply